Jumat, 30 November 2018

Pan Brother Grup Membutuh Banyak Tenaga Kerja di Jawa Tengah

Pan Brother Grup Membutuh Banyak Tenaga Kerja di Jawa Tengah  - Emiten berjalan di bidang garmen, PT Pan Brothers Tbk. masih tetap memerlukan banyak karyawan untuk lokasi Jawa Tengah.
Image result for Pan Brother Group Membutuh Banyak Tenaga Kerja di Jawa Tengah
Dari rencana tenaga kerja (manpower rencana) Pan Brothers di Jawa Tengah sekitar 31.000 orang, sampai sekarang baru tercukupi 28.000 orang. “Jadi saat ini kami masih tetap kekurangan 3.000 tenaga kerja,” kata Human Resource Management PT Pan Brothers Tbk. Nurdin Setiawan pada Tempo pada Selasa, 11 Juli 2017.

Di Jawa Tengah ada empat perusahaan garmen dibawah group Pan Brothers yang menyebar di Kabupaten Boyolali, Sragen, Semarang (Ungaran), serta Demak. Nurdin menjelaskan, waktu waktu awal ekspansi di Boyolali pada 2011, pihaknya masih tetap cukuplah gampang mencari tenaga kerja.

Akan tetapi, bersamaan dengan perubahan serta pelebaran group Pan Brothers di Boyolali, perusahaan padat karya itu mulai kerepotan penuhi tujuan rencana tenaga kerja untuk beberapa pabrik barunya. Nurdin tidak menyangkal bila pemerintah mengatakan angkatan kerja di Indonesia ada banyak.

“Secara angka, pada 2014 ada 7,2 juta angkatan kerja di Indonesia. Bukannya kami tidak dapat menyerap, tetapi kami belumlah dapat temukan 7,2 angkatan kerja itu dimana,” kata Nurdin. Tujuan tenaga kerja group Pan Brothers setiap tahun 24.000 net, di luar intensi karyawa berhenti kerja (turn over).

Walau sebenarnya, persentase turn over di group Pan Brothers sekarang ini termasuk cukuplah tinggi, yakni diatas dua % atau seputar 500 orang per bulan. Tingginya angka turn over automatis memengaruhi produktivitas sebab perusahaan mesti melatih tenaga kerja baru kembali dari pertama.

Berbagai langkah ditempuh group Pan Brothers untuk mengambil tenaga kerja. Diantaranya menyiapkan beberapa mobil yang di-branding untuk keliling ke kampung-kampung. Menurut Nurdin, ketidaksamaan pada batasan minimum umur kerja serta ketetapan umur yang dipandang dewasa jadi salah satunya pemicu sulitnya perusahaan di Indonesia mencari tenaga kerja.

“Banyak lulusan SMA atau SMK yang usianya belumlah genap 18 tahun, walau hanya kurang beberapa waktu saja. Tetapi jika kami mempekerjakan mereka kelak dipandang mengambil tenaga kerja dibawah usia,” kata Nurdin. Pemerintah diinginkan bisa menyesuaikan ketidaksamaan pada batasan minimum umur serta ketetapan umur dewasa itu.

Nurdin memberikan, ada dua peluang buat lulusan SMA atau SMK yang tidak di terima kerja di perusahaan karena usianya belumlah genap 18 tahun. Yakni kerja di bidang informal dengan pendapatan dibawah UMR atau menganggur. “Seiring waktu berjalan, yang kerja di bidang informal telah terasa nyaman. Mengenai yang menganggur sudah terburu malas. Ini kan sayang sekali.”

Menurut Bupati Boyolali Seno Samodro, kehadiran group Pan Brothers di Boyolali begitu menolong pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan sebab aspek pengangguran. “Lima tahun kemarin, angka pengangguran di Boyolali sekitar 14.000 orang. Saat ini, group Pan Brothers Jawa Tengah yang induknya di Boyolali saja sampai kekurangan 3.000 tenaga kerja,” tuturnya.

Sebab angkatan kerja di Boyolali banyak yang terserap di group Pan Brothers, Seno berujar, beberapa petani di Boyolali saat ini ikut kesusahan mencari tenaga kerja untuk mengerjakan lahannya. “Mau menanam, petani mesti ambil tenaga dari Kabupaten Klaten, Sragen, serta Purwodadi, dengan skema borongan. Begitupun waktu panen,” tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar