Jumat, 22 November 2019

Es Teler 77 Akan Ekspansi ke Luar Negeri

"Es Teler 77 Akan Ekspansi ke Luar Negeri , Jakarta - PT Top Food Indonesia, pemilik jaringan waralaba Es Teler 77, berencana tingkatkan bisnisnya dengan target membuka 30 gerai tahun ini. Selain itu, perusahaan akan berekspansi ke luar negeri. Selama triwulan pertama tahun ini, menurut Vice President PT Top Food Indonesia Anton Widjaja, perusahaan sudah sukses membuat 10 gerai baru. Perusahaan menyiapkan dana sekitar Rp 30 miliar karena setiap gerai membutuhkan investasi Rp 1 miliar dengan ukuran 10 mtr. persegi. Pembangunan gerai diantaranya ada di Kupang, Mandau, Sorong, dan Gresik. Target ini terhitung cukup tinggi karena realisasi pembukaan gerai baru tahun tempo hari hanya terjadi 18 gerai. Untuk ekspansi ke luar negeri, menurut Anton, perusahaan tahun ini gagasannya akan membuka tiga gerai di Malaysia dan dua gerai di Singapura. “Bulan depan akan buka di India dan Jeddah,” kata Anton usai diskusi tentang waralaba di Museum Nasional, Jakarta, Selasa, 2 April 2013. Pembukaan gerai di luar negeri, tuturnya, menggunakan pola gabung venture dengan pembagian modal 60:40 atau 50:50 persen. Saat ini, keseluruhnya gerai Es Teler 77 beberapa 196 gerai, dimana hanya 30 persen punyai sendiri dan sisanya sudah diwaralabakan. Es Teler 77 putuskan franchise fee sebesar Rp 100 juta untuk lima tahun. Menurut dia, target pembukaan 30 gerai baru bisa tidak terealisasi semua karena akan terhambat dengan Ketetapan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Penambahan Kemitraan dalam Waralaba untuk Tipe Usaha Service Makanan dan Minuman. Dalam ketetapan ini, kepemilikan kafe dan restoran dibatasi maksimal 250 gerai. Jika banyaknya kafe dan restoran melalui ketentuan itu, karenanya pada pendirian selanjutnya pemilik harus mewaralabakan atau menggandeng mitra dengan pola penyertaan modal. Menurut Anton, ketetapan itu punyai kekuatan menimbulkan industri waralaba makanan dikontrol hanya oleh pemilik modal besar. Bila gabung venture itu kan siapa yang mempunyai modal besar itu yang kuasai, bersimpangan dengan semangat waralaba, tuturnya. Ia melihat seharusnya usaha waralaba tidak butuh dibatasi kepunyaannya. Yang seharusnya ditangani pemerintah, papar dia, adalah kerjakan pembinaan pada pandangan waralaba pada pengusaha lokal. Sampai kini terdapatnya ketetapan itu, kami belum menyiapkan strategi istimewa. Masih lihat seperti apa tips teknis pemerintah, tuturnya. ROSALINA Berita Paling terkenal: Beberapa Pengontrak Rusun Marunda Mulai Diusir Pemilik 'Postingan Idjon Djanbi Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan' Misteri Selongsong Peluru di Cebongan Permasalahan Bendera Aceh, Ini Tanggapan SBY Fakta-fakta Menarik Dekati Chelsea Versi MU Pati, Kota Seribu Paranormal "" "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar